Kunjungan Mentawai

Written by Super User on . Posted in Br Stef

br-stefTanggal 8 Mei yang lalu, saya meninggalkan Yogya diantar br Miguel ke bandara pada pagi hari. Setelah transit beberapa jam di bandara di Jakarta, saya naik lagi pesawat menuju Padang, Sumatera Barat. Tibanya di bandara Padang jam 12.05, rm Kus Aliandu, Pr menjemput saya.

Kami langsung ke keuskupan tempat tinggal rm Kus dan penginapan saya sebelum berangkat ke kepulauan Mentawai. Saya tinggal hampir seminggu di Padang untuk bertemu beberapa orang dan mengunjungi tempat karya keuskupan(radio keuskupan, rumah sakit Yos Sudarso, rumah jompo, STBA Prayoga, sekolah-sekolah…) dan sekaligus komunitas-komunitas religius: para suster ALI dan suster SCMM.

Saya juga mengambil bagian dalam pertemuan para pastor sekeuskupan. Mereka berkumpul di Wisma Katedral selama 3 hari: 9-11 Mei. Kesempatan untuk bertemu dengan kebanyakan pastor dari keuskupan ini dan merencanakan perjalanan ke Mentawai dengan para pastor paroki.

Pada hari minggu 13 Mei, Rm Kus mengajak saya ke Padang Panjang dimana beliau merayakan ekaristi untuk sebuah komunitas katolik kecil.

Hari Selasa 15 jam 1 dini hari, kami berangkat dari Padang menuju Sikabaluan, paroki pertama yang saya kunjungi bersama rm Abel, pastor paroki dan rm Barto. Di Mentawai ada empat paroki: dari Utara ke Selatan, Sikabaluan(pulau Siberut), Siberut(pulau Siberut), Siuban(pulau Sipora) dan Sikakap(pulau Pagai Utara). Kami tiba di Sikabaluan setelah 11 jam penyeberangan. Air lautnya tenang dan, syukurlah, akan tenang selama keberadaan saya di Mentawai. Di Sikabaluan, para pastor selain mengurus paroki menangani juga dua asrama putra dan putri untuk siswa-siswi SD sd SMA. Di paroki ada juga SD Katolik. Gambarannya kurang lebih sama di semua paroki. Kadang-kadang rm sendiri mengurus asrama atau mempercayakan suster-suster atau orang lain. Saya merasa diterima dengan baik oleh para pastor dan juga anak-anak yang datang duduk dan berbicara dengan saya. Setelah makan malam, rm Barto mengumpulkan anak-anak kedua asrama di Aula paroki dan diadakan dialog dengan saya.

Tanggal 16, jam 4 sore, rm Barto mengantar saya ke Saibi. Kami naik speed boat milik paroki. Satu jam kemudian kami tiba di Saibi dimana ada komunitas suster-suster KSFL. Saibi adalah salah satu stasi dari paroki Siberut ditangani oleh para misionaris SX. Di stasi ini para suster baru mulai berkarya. Mereka merasa senang menerima kunjungan. Masyarakat setempat kelihatan masih agak tertutup. Rm Barto dan saya menginap di susteran semalam. Esok paginya rm merayakan ekaristi di komunitas dan sekitar jam 9 kami pamit. Dua jam kemudian pakai speed boat kami tiba di Siberut disambut oleh ketiga pastor SX. Rm Barto kembali ke Sikabaluan. Para pastor bertiga sibuk. Peter, frater sx mengajak saya ikut pik-nik dan mandi di laut dengan anak-anak asrama. Pada sore hari dan esok paginya saya ditemani rm Sutyo, sx. Ia mengantar saya ke SD dan SMP milik Keuskupan, ke susteran ALI dan kami keliling desa.

Hari jumat 18 Mei, jam 9 pakai speed boat paroki Siberut, Peter mengantar saya ke Tuapejat, stasi paroki Siuban. Di sana saya dijemput rm Bernard, pr. Kami makan siang bersama di stasi st Petrus dan kemudian rm Bernard mengantar saya ke susteran Peniten di mana saya akan menginap semalam. Di stasi St Petrus ada satu SD Katolik. Kelihatan masih banyak peluang di Tuapejat yang adalah kota kabupaten untuk mendirikan sekolah SMP, SMA/SMK. Di susteran, kesempatan untuk mendengarkan syering suster Yustin dan menanyakan tentang pengalaman para suster di Mentawai.

Hari sabtu 19 Mei, jam 10 pagi, saya diantar pakai speed boat ditemani rm Bernard ke paroki Siuban dimana kita bertemu dengan pastor Mateus, pr. Ia sendiri di pastoran. Ia tangani paroki, asrama, masak sendiri. Hebatnya rm ini ! Selama di Siuban saya diajak menemani anak asrama di pantai, mengunjungi dua keluarga dan rm Mateus mengumpulkan OMK untuk bertemu dengan saya. Hari minggu, saya ikut perkawinan di Matobe, salah satu stasi terletak di pesisir pantai kurang lebih setengah jam pakai motor dari pusat paroki. Rm Mateus merindukan masa dulu di mana ada seorang bruder sx yang menangani bengkel kayu di paroki.

Hari senin 21 Mei, rm Mateus mengantar saya ke pelabuhan untuk naik kapal antar pulau menuju Sikakap, 7 jam perjalanan. Rm Ferli, pr sedang menunggu saya di pelabuhan Sikakap, sehingga ketika kapal tiba kami langsung ke pastoran. Di paroki ini ada dua pastor : Rm Ferli dan Rm Pey Hurint(dari keuskupan Larantuka). Ada juga susteran KYM, SD Katolik dan asrama putra dan putri.

Hari selasa 22 Mei, sore, beberapa siswa-siswi dari SMA datang ke paroki. Diadakan pertemuan dengan saya.

Hari rabu 23 Mei, rm Pey dan saya menghunjungi satu stasi di km 37, satu kampung yang dipindahkan akibat gempa oktober 2010. Jam 4 sore, saya diantar ke pelabuhan ferry. Perjalanan saya di Mentawai selesai. Besok pagi saya akan tiba di Padang. Terima kasih banyak kepada bapak uskup dan para romo yang menfasilitasi kunjungan saya di Mentawai dan kepada semua orang yang telah menerima saya dengan sangat baik.

Statistik

Visitors
1
Articles
71
Web Links
25
UA-27792015-1