Wawancara : Bruder Andreas

Written by Super User on . Posted in Wawancara

asBruder Andreas Pito asal dari Lewoleba-Lembata-NTT-Indonesia. Dia anak pertama dari tiga bersaudara. Usianya sekarang 23 Tahun. Dia bersekolah di beberapa sekolah di Lembata sampai dia masuk aspiran Bruder La Mennais pada bulan agustus 2007. Sebelum keberangkatan ke Inggris, dia menjawab kepada pertanyaan-pertanyaan MISI.

BLM : Bisakah Bruder bisa menggambarkan secara garis besar panggilanmu ?

Br. As : Sejak kecil saya dididik dari orang tua dan melihat contoh mereka untuk dapat hidup menjadi orang Kristen yang baik.

Di rumah saya dipanggil untuk membantu orang tua bekerja, dan menjadi contoh yang baik untuk kedua adik saya. Di Sekolah saya dipanggil untuk memimpin teman-teman dalam lapangan bola untuk bertanding melawan-lawan.Di lingkungan masyarakat menjadi contoh bagi anak-anak yang lain sebagai anak yang mendengarkan dan menghargai orang tua. Di Gereja saya sering memimpin ibadat hari Minggu di Kapel dan juga terlibat aktif sebagai OMK (Orang Muda Katolik). Saya merasa tertarik dengan kehidupan seorang religious karena bibi(tanta) saya adalah seorang Suster SSpS. Dia bekerja di Ghana-Afrika dan kadang mengirim pesan dan nasihat kepada saya.
Saya juga mempunyai banyak teman termasuk mereka yang sangat nakal. Saya merasa prihatin melihat tingkah laku mereka yangas-01_t kasar terhadap Orang tua mereka sendiri.
Bagaimana saya dapat membantu teman-teman itu ? Ya, mungkin dengan sikap hidup saya yang baik. Suatu ketika saya ingin menjadi imam tetapi intelek saya lemah maka saya memutuskan untuk masuk SMA untuk menjadi guru olahraga. Saat SMA kelas III saya bertemu dengan Bruder FICP yang datang ke sekolah kami. Saya merasa tertarik dengan Visi dan Misi Bruder FICP yakni berkarya dibidang pendidikan khusus anak-anak dan orang muda. Saya menanggapi ajakan mereka dan masuk dalam formasi untuk menjadi Bruder FICP. Saya merasa semakin diteguhkan dalam hidup bersama dan merasa senang saat mengajar di Sekolah Minggu.

BLM : Bisakah Bruder syering salah satu pengalaman yang mengesankan di masa novisiat ?

as-03_tBr. As : Hidup persaudaraan dalam Yesus. Walaupun kelompok kami kecil tapi saya merasa kuat dan semangat untuk hidup dalam kelompok yang kecil itu. Mengapa? Karena saya merasakan peran Magister yang menjadi teman untuk membimbing kami dan sekaligus menjadi bapak yang memberi semangat serta peneguhan. Dalam wawancara pribadi ada banyak hal yang kami bicarakan disana. Dengan demikian saya dibantu untuk menghayati hidup doa terutama dalam meditasi dan Ekaristi serta mengintegrasikan hidup doa dalam hidup aktivitas saya. Tidak hanya makanan rohani yang saya dapat tetapi juga makanan jasmai seperti olaraga,piknik bersama, istirahat dll.Hal penting yang menjadi kunci adalah komunikasi.

BLM : Kamu merasakan bagaimana pandangan masa depanmu ?

as-04_tBr. As : Sekarang saya sedang diperhatikan oleh pemimpin dan buktinya adalah mereka memikirkan dan membuka sekolastikat untuk formasi kami selanjutnya. Saya siap menjadi seorang Bruder pengajar sebagaimana karakteristik Bruder FICP. Menghayati tiga kaul dalam hidup saya setiap hari dapat membantu saya untuk terus berjalan. Setelah selesai Skolastikat, akan lebih jelas melihat kemampuan/bakat saya dan mendengarkan pemimpin serta menerima tugas/kerja. Prinsip saya adalah selalu siap karena jika Tuhan yang memanggil pasti Dia beri jalan.

BLM : Salah satu pesan untuk pembaca ?as-05_t

Br. As : Semua orang tentu menginginkan yang terbaik dalam hidupnya. Maka kalau demikian kita perlu perjuangan dan usaha untuk semua itu. Pesan saya belajarlah untuk setia dalam menjalani semua pengalaman karena dengan demikian kita semakin bijaksana dalam pelayanan.

BLM :  Terima kasih Bruder Andreas.

Statistik

Visitors
1
Articles
71
Web Links
25
UA-27792015-1