Menabur dengan berlimpah-limpah
Yang Mulia Bapak Uskup, yang terhormat para romo, suster, frater, bruder, Bapak Bupati atau yang mewakili, para undangan dan seluruh umat dari keuskupan ini yang kami kasihi, kami mengucapkan beribu terima kasih untuk dukungan anda semua bagi para Bruder La Mennais yang telah membuka komunitas dan lembaga pendidikan di tempat ini.
Para Bruder hadir di Indonesia sejak sepuluh tahun yang lalu dan sudah ada beberapa orang muda yang ingin bergabung, untuk menjadi Bruder juga, murid-murid Yesus seperti Yohanes Maria La Mennais, pendiri utama dari Kongregasi kami. Oleh karena itu, hari ini merupakan hari bahagia untuk kami, para Bruder, tetapi juga untuk seluruh umat Keuskupan Larantuka.
Pada hari ini, kita merayakan romo Yohanes Maria, yang menyerahkan hidupnya demi Gereja, seorang rasul yang tidak kenal lelah dalam melayani kaum muda, seorang murid Yesus yang telah memberi hidupnya dengan semangat yang luar biasa agar Yesus dikenal dan dicintai oleh anak-anak dan kaum muda.
150 tahun yang lalu, Yohanes Maria meninggal dunia. Ia berusia 80 tahun. Setelah menghabiskan segala kekuatannya agar Kerajaan Allah berkembang di seluruh dunia, khususnya melalui karya pendidikan kristiani untuk anak-anak dan kaum muda, Yohanes Maria menerima hadiah yang dijanjikan Tuhan kepadanya.
Pada tahun terakhir hidupnya, Yohanes Maria mengutus Bruder-bruder ke luar dari Perancis ke kepulauan Polinesia, di tengah samudera pasifik. Dibutuhkan satu tahun lamanya untuk menempuh tujuan misi yaitu pulau Tahiti.
Romo Yohanes Maria mengatakan kepada para Bruder : « Tinggalkan negaramu, keluargamu, korbankanlah semuanya, dan pergilah, mendidik anak-anak miskin itu, yang meminta roti pendidikan dan yang akan binasa bila tidak ada orang yang memecahkan roti itu dan membagikannya kepada mereka. » Keinginan itulah yang merupakan dasar dari segala keputusan dan karya Yohanes Maria. Ia sangat mencintai orang muda. Ia ingin sekali mendidik mereka. Ia ingin sekali agar mereka berhasil supaya hidup mereka dan hidup orang lain juga berkembang.
Ia mengatakan pula kepada para Bruder : « Dalam Alkitab dikatakan bahwa dengan Yesus yang lemah dikuatkan, yang miskin diperkaya, yang buta pun melihat…Kamu juga…dipanggil untuk melakukan yang sama.”
Melalui teladan itulah para Bruder telah meneruskan, sejak 150 tahun, kepergian mereka ke seluruh dunia, di mana mereka tahu bahwa ada orang muda yang menanti Sabda yang menghidupkan, di mana ada orang muda yang lapar akan pendidikan, dan cahaya Injil Yesus.
4 tahun setelah kematian Romo Yohanes Maria La Mennais, pada tahun 1864, para Bruder memutuskan untuk pergi ke pulau Haiti. Dan masih ada Bruder di sana sampai hari ini. Mereka sedang menyiapkan perayaan 150 tahun kehadiran Kongregasi di negara itu yang mengalami begitu banyak kesulitan.
Sudah sepuluh tahun lebih kami berada di Indonesia di mana negara ini adalah negara yang terakhir di mana para Bruder telah pergi. Bagi kami, kesempatan ini merupakan suatu rahmat untuk merayakan penutupan tahun Yohanes Maria La Mennais, di Larantuka, di mana Bruder-bruder kami yang pertama tiba pada tahun 2000 yang lalu, seorang bruder kami dikuburkan, dan sekarang sudah berada di surga, setelah ia menabur cinta di Larantuka, atas nama Tuhan.
Tahun ini Kongregasi kami mengambil tema dari kata-kata yang ditulis Yohanes Maria dua hari sebelum hari kematiannya : « Taburkanlah dengan berlimpah-limpah. Tuhan dekat. Saya percaya bahwa, kalau kamu mendengarkan permohonan saya, yang mungkin anda dengar untuk kali terakhir, kamu akan bangun dan berjalan dengan semangat yang baru…Dukunglah satu sama lain, untuk menabur dengan berlimpah-limpah, supaya kamu memperoleh buah berlimpah di surga…Setelah mengarahkan pikiran saya kepada Tuhan dan Bunda Maria, pikiran saya yang paling berharga adalah untuk kamu. Tetaplah setia dengan penuh hati dan jiwa kepada Gereja Kudus dan Kongregasimu.”(Yohanes Maria La Mennais, di Ploermel, tanggal 24 Desember 1860).
Para pendiri kongregasi kami telah menerima undangan dari Yesus sendiri yaitu « Taburkanlah dengan berlimpah-limpah ! » Dengan dasar Sabda itulah kami seluruh anggota kongregasi yang tersebar di seluruh dunia datang dan menjawab Sabda itu dengan semangat cintakasih.
Kami datang dengan membawa replika dari Salib para misionaris pertama kami. Salib itu diletakan dekat Rumah Induk Kongregasi kami para Bruder Pendidikan Kristiani dari Ploermel, di Perancis…(Salib itu ditempatkan di tempat) di mana Yohanes Maria La Mennais menghantar para Bruder yang pergi jauh ke tanah misi. Kami ingin mengingatkan kepada para Bruder dan kaum awam dari keluarga La Mennais bahwa kongregasi kami didirikan untuk pergi, untuk memberi banyak kepada anak-anak dan kaum muda dari apa yang sudah kami terima dari Tuhan. Itulah dasar dan tujuan pendirian kongregasi kami.
Kami punya keinginan membawa injil kepada kaum muda di dunia, dalam Gereja, bersama dengan semua orang Kristiani di mana mereka adalah saksi-saksi dan murid-murid Yesus di dunia.
Kami ingin terus menabur dengan berlimpah-limpah untuk mendapatkan buah-buah kehidupan kekal, buah tanda kelimpahan cinta Allah kepada manusia, terutama yang terkecil di antara mereka. Itulah dasar dan tujuan kongregasi kami.
Keinginan yang dijiwai oleh Yohanes Maria La Mennais mendorong kita semua pada hari ini untuk pergi dan menabur Sabda kehidupan Allah dengan berlimpah-limpah.
Untuk itu, kita diberi rahmat, kedamaian, cintakasih dan kerendahan hati Yesus sebagaimana dikatakan Yohanes Maria. Dalam rahmat itulah, dalam kedamaian itulah, dan dalam api cintakasih dan dengan sederhana, kami ingin mengabdikan diri demi menyampaikan kabar baik atas nama Gereja di dunia ini.
Bersama dengan Bruder-Bruder kami yang ada di Indonesia, bersama dengan para Bruder dan kaum awam dari keluarga La Mennais yang di Asia mendidik berdasarkan nilai-nilai Injil, bersama dengan semua orang yang mengabdikan diri demi pendidikan kristiani orang muda di Afrika, di Amerika Serikat dan di Amerika Selatan, bersama mereka semua yang di Eropa dan Polinesia, membawa kabar baik dan benih Kerajaan Allah kepada orang muda melalui karya pendidikan, kami berjanji akan berusaha menyelamatkan orang-orang kecil melalui karya pendidikan kristiani.
Semoga Maria, Reinha Rosari, menolong kita untuk mencintai Yesus, agar kita melayani, seperti Dia sesuai dengan kehendak Bapak dan membangun dunia yang adil dan damai. Semoga.

