Artikel

Pertemuan dengan Focolare

Ditulis oleh Super User. Posted in Novisiat

br-sius-bsrBerikut ini saya akan ingin berbagi tentang pengalaman saya dalam menghadiri Pertemuan Kaum religius Muda yang sedang menjalani masa formatio di masing-masing kongregasi (Postulan dan Novis).
Sabtu 03 Mei 2013 tepatnya di lantai II, auditorium kampus V, universitas Sanata Dharma Jogjakarta, diadakan pertemuan antar kaum religius muda

Chiara Lubichdengan tema “Menjadi Saksi Persaudaraan, Spiritualitas Persekutuan Membaharui Hidup Bakti, Gereja Dan Dunia. Pertemuan ini disponsori oleh Komunitas/Gerakan Fokolare Indonesia, yang beranggotakan orang-orang dari luar negeri seperti Singapura,Brazil,Hongkong,Filipina dan Italia.
Gerakan ini lahir di kota Trent Italia yang didirikan oleh seorang wanita awam, namanya Chiara lubich. Sebagai salah satu peserta dari pertemuan ini, saat membaca tema diatas saya menjadi penasaran dan bertanya-tanya dalam hati, untuk apa saya mempelajari spiritualitas dari komunitas ini, sedangkan dikongregasi bruder-Bruder pun memiliki spiritualitas dari Pendiri dan saat ini dalam masa novisiat saya pun sedang mendalaminya. Setelah termenung sebentar dengan tema ini, saya pun siap untuk mengikuti acara ini. Acara ini dimulai dengan menyanyikan lagu yang berjudul “ONE”bunyinya .Lagu ini secara tidak langsung telahmenyampaikan beberapa hal yang berkaitan dengan spiritualitas kesatuan. Setelah bernyanyi , dilanjutkan dengan ceramah yang dibawakan oleh narasumber yakni seorang imam religius dari Kongregasi IMC (Missionari della Consolata) asal Italia, P.Piero Trabucco,IMC.

Beberapa hal yang menarik perhatian saya dalam ceramah ini antara lain :
Pertama, sebuah gambar ilustrasi Pohon Apel yang subur dengan buah yang lebat dan segar. Dalam gambar itu juga ditunjukkan akar-akar dari pohon itu itu yang begitu sarat dan masuk kedalam tanah. Beliau mengajak semua peserta untuk merenungkan gamabar itu beberapa menit dengan beberapa pertanyaan penuntun. Katanya coba lihat pohon ini dengan bentuknya yang indah, buahnya yang lebat dang akarnya yang kokoh kuat bekerja keras didalam tanah demi menyokong pohon ini. Bayangkanlah ini kongregasi anda masing-masing. Anda semua datang ,masuk, dan bergabung dengan kongregasi anda yang anda pilih, yang sudah dibentuk oleh jasa pendiri dan beberapa anggota kongregasi pendahulu. Bentuknya indah , bagnunannya , semangatnya. Anda melihat dan mungkin ikut menikmatinya. Tahaukah anda bagaimana kongrgasi anda tetap bertahan sampai saat ini? Itu semua karena ada akar dalam kongregasi itu yakni pendiri kongrgasi anada. Sebagai bahan refleksi sudakah anda masuk kedalam , bertemu dan menyatu dengan akar kongergasi yang pilih? Ataukah anda hanya datang untuk menikmat buah pohon yang sudah ada(fasilitas, kemehan gedung Dll), kemudian pergi meninggalkannya? Say tidak mengajak anda untuk masuk dalam komunitas fokolare dan menghayati spiritualitasnya, saya pun tahu masing-masing kita suda memilikinya dari pendiri kita masing-masing. Saya mengajak anda jika anda ingin tetap mau melanjutkan semangat pendiri anda, masuklah kadalam tanah, bertemu dan bersatulah dengan akar-akar dalam kongregasimu yakni pendiri kongregasimu, saya yakin anda akan bersemangat didalam hidup komunitasmu.

photoKedua Cinta. Sepanjang hari dalmpertemuan ini yang sering disebut, dimaknai dan kesaksian yang diberikan semuanya berbicara tentang CINTA. Dalam spiritualitas persekutuan, saling mengasihi merupakan kekuatan utama dalam gerakan ini. Karena mereka meneladani yang ditulis dalam injil Yohanes tentang doa Yesus, “bapa mereka semua adalah satu”. Sehingga geraka ini mau menjadi perantara kesatuan dalam Gereja.
Ada juga bebrapa hal lain yang dibicarakan antara lain penjelasan tentang Vita Cosecrata dan konsili Vatikan II tentang hidup bakti, itulah yang diberikan mereka pada hari pertama. Setelah acara penyampaian materi selesai ditutup dengan ekaristi yang dipimpin oleh Pater Mtteo,SX. Kemudian kami melanjutkan dengan makan siang bersama dan kembali ketempat masing-masing. Sebelum pulang kelompok ini mengajak kami untuk datang berkunjung ke komunitas mereka diLampongsari. Saya juga sempat dtang kesana karena sudah didaftarkan oleh Bruder Magister. Sungguh menggembirakan sat datang kesana, melihat mereka hidup bersama dalam kasih dan itu tampak dari relasi diantara mereka dan juga kepada orang-orang lain disekitar mereka. Kesan say setela mengikuti kegiatan ini adalah saya sangat gembira dan bersyukur boleh mengalami sapaan Tuhan melalui kegiatan ini. Banyak hal yang saya dapat pelajari dari kegiatan ini. Terutama dalam hal mengasihi dan hidup dalam komunitas denganorang yang dipilih Tuhan untuk berjalan bersama-sama dengan saya. Rasanya sulit mencari kata yang tepat untuk mengungkapkan kegembiraan saya ini, selain ucapan syukur dan terima kasih kepada Tuha n dan kepada Komunitas Bruderan FICP Jogjakarta yang telah mengijinkan saya mengikuti acara ini.

SEKIAN